Pengalaman 20 Jam Tanpa Gawai

190626. 16.52 WIB
Hari Rabu. Hari ini tidak terasa akan menuju malam. Malam kemudian berganti pagi di hari esoknya. Ternyata hampir 20 jam lamanya aku sengaja tidak membuka ponselku. Hal ini tercetus karena aku terlambat bangun pagi. Pagi ini aku bangun pukul 08.00 pagi dan kurasa hari sudah benar-benar siang. Ini sungguh tidak baik. Tiba-tiba di dalam otak lucuku ini terbersit keinginan untuk tidak membuka ponselku.

“Gak usah buka hape kali ya? Coba deh Dara, nanti buka hapenya kalo udah malem aja. Coba ditahan buka hapenya deh.”

Lalu, taraaaaa~ aku tidak buka hape sama sekali. Sejak semalam aku pergi tidur sekitar pukul 23.00. aku pun merasa kebingungan saat pagi hari, merasa tidak nyaman harusnya kubuka ponsel (ngomong-ngomong tadi bicaranya ponsel lalu tiba-tiba hape jadi maafkan kebingungan penulis ini) dan mulai membuka apa yan bagus dan lucu. Hm tapi setelah dipikir-pikir kembali, paling juga tidak ada hal yang menarik yang akan kulakukan. Informasi itu bisa kulakukan nanti malam, ternyata menikmati waktu tanpa ponsel itu juga menyenangkan. Sangat menyenangkan. Biasanya aku malas sekali jika ibu menyuruhku sesuatu. Berat karena tidak mau melepas ponsel. Masa’ sedang asyiknya scroll-scroll linimasa Twitter harus disuruh untuk membeli sesuatu, sih? Itu kan gak asyik sama sekali.

Wah ternyata seperti ini lho rasanya tidak memegang ponsel kurang lebih 20 jam bukan karena ponselnya rusak, bermasalah, atau hilang atau apapun tapi memang karena mau. Bahkan boleh sombong sedikit ya, hari Senin aku baru saja membeli paket data internet sebesar 5GB untuk sebulan. Bagaimana rasanya memendam rasa tidak membuka ponsel dan menekan ego untuk jauh-jauh dengan ponsel. Pada akhirnya, aku bisa lebih bercengkrama dengan adik-adik keponakan, keluarga dan hal-hal dasar lainnya. Pada saat aku sarapan(hm aku ditinggal sarapan oleh ayah dan ibu karena bangun kesiangan, dasar perempuan apa aku ini?), adik-adik keponakanku datang. Dua adik ini bernama Adelia, yang biasa kupanggil Adel dedel duel dan yang satunya lagi bernama Reva. Perempuan semua. Adel akan naik ke kelas satu SD dan Reva akan masuk PAUD. Lucunya mereka berdua! Katanya mereka mau melihat kartun. 

“Mbak Dara, mau liat Spongebob.”

Sayangnya aku menayangkan tayangan channel NET, apa ya kala itu aku tidak tahu judul kartunnya. Ya tapi ternyata mereka menikmati juga. Jajanan sisa lebaran masih tersisa, tiba-tiba si Reva membuka satu toples dan meminta bantuan si Adel. Oh ya, karena orang tuaku bekerja sebagai pedagang otomatis di rumah ada snack-snack yang dijual. Sehingga si Adel dan si Reva ini meminta (tidak, mereka tidak meminta tapi mengambil hahahaha ya nggak apa-apa sih. Ayahku tahu kok mereka mengambil jajanan.) jajanan FULO. Tahu kan jajanan seperti chocolatos begitu bentuknya. Lalu si Reva ini kesusahan membukanya, alhasil aku lah yang membuka untuknya. Kita bertiga pun duduk manis melihat TV bersama. Iya, aku juga menikmati menonton kartun.
Oh ya tidak lama, ibuku berkata: 

“Nduk, nggak jadi?”

Ini sih sudah tanda-tanda ya, ibuku mengajak keluar. Aku mandi, bersiap-siap dan kemudian aku keluar. Waw, niatnya hanya untuk membeli colokan untuk charger laptopku yang rusak, eh tetapi malah banyak membeli barang yang lain. Sekitar pukul 2 siang kami pun mampir ke warung bakso langganan, Pak Pur. Baksonya enak banget. Hanya 7 ribu rupiah itu sudah porsi banyak. Porsi biasa seharga 5 ribu. Tahu tidak, bahwa tadi jumlah yang harus aku bayar hanya 20 ribu. Sudah ditambah lontong satu dan 2 minuman, es teh dan es jeruk. Waw, luar biasa! Mana bisa Depok seperti ini? 

Lalu, sampailah aku pada tahap mencoba chargeran laptopku ini. Yeayy, bisa! Lanjut dengan melihat laptop, menulis tulisan ini, dan tiba-tiba dipanggil oleh Mbak Sepupuku. Kami akan membuat salote. Salote, ya sebenarnya aku tidak tahu kepanjangan salote ini apa tetapi setelah dilihat-lihat itu adalah telur gulung. Aku disuruh membeli bihun dan ada adik sepupuku yang membeli saos serta telur yang sudah dikupas(?) Kami membuatnya di rumah saudaraku, samping utara rumahku persis. Aku kembali ke rumah melanjutkan tulisan yang sempat tertunda karena dipanggil oleh mbak serta ya istirahat sih, kan sudah waktu maghrib juga. Oh ya sudah sampai sini saja ya, aku mau membantu mbak dulu. Aku juga lapar. Bye-bye. Laporan selesai!

Komentar

  1. Bagus ya jadi berkegiatan. Bisa diseringin tuh :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener. Harusnya diseringin yaa ini. Nanti lagi drh cari waktu yang tepat ahahahah~

      Hapus

Posting Komentar